Pertemuan Rutin Jumat Malam Blogger Sumut
Guys… Kemarin pas shift jaga warnet sekitar pukul 19.00 WIBM (Waktu Indonesia bagian Medan) :p aku disambangin sama dua orang beken. Yang satu adalah ketua BloggerSumut, Bg Said The Really Life. Trus satu lagi, calon pengusaha terbaik Sumatera Utara tahun 2020. Hehehehe… Kenapa gitu? Soalnya Bg Andi Perdana, calon pengusaha terbaik Sumatera Utara tahun 2020 yang kumaksud disini punya visi untuk mencetak 2020 orang pengusaha sampai dengan tahun 2020. Wah serba 20 ya. Angka hokinya bg AndiRich mungkin ini :D Itu aja perkenalannya dengan dua blogger penting Sumatera Utara. Kalo mau tau lebih banyak tentang mereka, sambangin aja blognya. OK guys… :sip:
Nah dari pertemuan itu ada kabar baik dan ada kabar kurang baik. Tapi intinya semua adalah kabar baik, karena nggak ada itu kabar buruk… nggak ada itu… nggak ada… nggak ada itu (gayanya Harun AlRasyid versi Republik Mimpi) :melet:
Kabar baiknya, kita bakalan ngadain pertemuan mingguan di salah satu lokasi usahanya bg AndiRich. Denah lokasinya bisa diliat langsung di blognya beliau. Kabar baik satu lagi, Logo BloggerSumut bakalan tampil terus di salah satu Tabloid sekolah yang dibagikan secara gratis kepada siswa2nya (lupa nama sekolahnya apa). Kabar baiknya satu lagi, kita bakalan jadi bersih2 monumen perjuangan. Untuk masalah ini, detailnya bisa diliat di postingannya the really life. Disitu seklian bisa diliat keluhan beliau sebagai Ketua BloggerSumut yang sempat down dan hampir putus asa melihat tingkah kita anggota2nya yang kurang care ama komunitas kita (termasuk aku juga nih). Nah kabar kurang baiknya, kopdaran kemaren hanya dihadiri oleh satu orang. Tau nggak siapa yang hadir? Batubaranews… Jauh2 dari Batubara sana menyempatkan diri untuk datang dan ikutan pertemuan di Medan, eh kita-kita yang domisilinya di Medan satu pun ga ada yang nongol. Karena inilah bg Said jadi down. Aku sendiri kenapa ga hadir ya? Hm… Karena pertemuannya jam 2 siang sementara jam 4 aku harus sudah jaga warnet. Ga efektif banget kalo aku ikutan. Nah kalo kalian-kalian yang lain kenapa ga hadir guys??? Kasih alasan yang jelas!!! :kesal:
Tapi yoda lah… Sudah berlalu :D Sabar aja ya bang Said. Susah memang memimpin orang Sumut, apalagi orang Medan :p Tapi kalo abang sukses, kemanapun abang bakalan dipake untuk memimpin :sip:
OK deh itu dulu. Mau BW kasih tau anggota2 BloggerSumut yang mulai nakal-nakal :D
Berkarir di Dunia Teknologi Informasi
Pengangguran
Kamu tahu berapa jumlah pengangguran di Indonesia berdasarkan perkiraan rata-rata dari berbagai sumber di tahun 2006?. Ternyata ada sekitar 20 juta orang yang tidak punya pekerjaan di negeri kita dan yang lebih menyedihkan lagi, hampir sepertiganya bergelar sarjana atau lulusan (D3-S1).
Padahal menurut lembaga survey IDC (International Data Corporation) saat ini, diseluruh dunia terjadi kekurangan tenaga kerja bidang Teknologi Informasi (TI) sampai dengan 15 juta orang per tahunnya, termasuk Indonesia.
Menurut para pakar, hal ini dikarenakan tenaga kerja di Indonesia hanya sedikit yang menguasai Teknologi Informasi. Padahal saat ini dunia bisnis semakin dikuasai oleh Industri IT. Perusahaan seperti Microsoft, Google, Yahoo, Intel, Acer dan lain sebagainya kini berkembang menjadi yang terkaya di dunia dan terus menyedot jutaan tenaga kerja setiap waktunya.
Kebutuhan Industri
Sekedar gambaran dari sisi industri, perusahaan-perusahaan lokal sekelas Bank Mandiri berani mengucurkan dana sampai dengan US$ 200 juta untuk investasi IT yang antara lain akan dialokasikan untuk memperbaiki sistem transaksi onlinenya. Sedangkan Bank BCA setiap tahunnya menganggarkan puluhan juta US$ untuk mengupdate infrastruktur IT-nya.
Nah… Logikanya, kalau perusahaan berani mengeluarkan dana yang sangat besar, pastilah mereka juga membutuhkan sumber daya manusia yang bisa diandalkan pada bagian IT dengan bayaran atau gaji yang besar juga tentunya.
“Banyak orang yang berebut tenaga IT”, kata Eddy S. Tjahja (Managing Director PT. Jobs DB Indonesia, sebuah perusahaan agensi tenaga kerja yang telah tersebar diseluruh dunia). Bahkan Negara-negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia juga ikutan berburu para professional IT dari Indonesia.
Kalau mau dikalkulasikan, dengan tumbuhnya industri telekomunikasi selular dan media online, tiap perusahaan akan membutuhkan minimal 20 orang tenaga IT per tahunnya. Jika dikalikan dengan kira-kira 2000-an jumlah perusahaan di Industri teknologi informasi dan telekomunikasi, maka jumlah yang dibuthkan sangat besar bukan?
Ini belum ditambah lagi dengan para enterpreneur alias wiraswasta yang mau terjun mendirikan usaha di bidang IT, sudah pasti banyak peluang yang tercipta baik sebagai karyawan maupun pengusaha.
Mungkin akan muncul pertanyaan, “Apa mungkin Indonesia kekurangan tenaga IT ?, bukankah sudah sangat menjamur sekolah-sekolah IT dalam bentuk AMIK, STMIK, bahkan SMK jurusan TI dan juga kursus-kursus komputer ? Seharusnya sudah banyak juga dong yang jago Komputer di Indonesia”.
Memang sudah banyak sekolah IT, tapi sayangnya ternyata kebanyakan dari lulusan tersebut hanya bermodalkan gelar saja, dan bukan keahlian. Kalaupun memiliki keahlian namun sudah ketinggalan zaman mengingat semakin cepatnya perubahan teknologi.
Sedangkan perusahaan tentu saja menginginkan tenaga IT professional dengan keahlian yang sesuai dengan kebutuhannya, dan bukan hanya gelar.
Peluang Kerja
Secara garis besar ada 3 pengelompokan peluang kerja di bidang IT, yaitu software, Networking dan Hardware. Kebutuhan yang paling besar dan akan terus meningkat adalah bidang software yang membutuhkan para System and Business Analyst yang bertugas menganalisa kebutuhan program IT dari perusahan, Programmer and Developer yang bertugas mendesain aplikasi, serta Project Manager and Architecture yang membuat master plan software.
Networking akan semakin tumbuh seiring berkembangnya kebutuhan komunikasi antar computer, terutama wireless/nirkabel. Untuk hardware, peluangnya tidak akan tumbuh terlalu pesat mengingat Indonesia bukan Negara produsen computer atau hanya Negara pengimpor.
Software Developer
Melihat besarnya peluang sebagai programmer/software developer, tentu banyak perusahaan yang berani membayar mahal untuk mendapatkan seorang programmer yang handal. Keahlian yang harus dimiliki oleh programmer handal itu adalah penguasaan bahasa pemrograman seperti: Java, C++, Visual Basic.Net (VB, C#, VC#), bahasa web (PHP, Perl, XML, ASP), serta bahasa database (SQL, Oracle) dan yang sedang berkembang adalah bahasa mobile (Java mobile, .Net mobile, WML).
Bagi yang sedang kuliah di IT, terutama harus segera belajar untuk memiliki keahlian-keahlian seperti yang disebutkan diatas. Hal ini menjadi sangat urgent mengingat kurikulum di Indonesia termasuk yang sangat lambat menyerap perubahan dan perkembangan bidang IT. Makanya jangan heran jika melihat lulusan IT di Indonesia banyak yang menganggur padahal peluang kerjanya terbuka sangat lebar. Hal ini karena keahlian yang dimiliki hanya sebatas konsep dan bahasa pemrograman uzur yang sudah tidak dibutuhkan lagi di dunia kerja.
Padahal dengan sangat luasnya peluang kerja dan bisnis yang berhubungan dengan teknologi informasi dan telekomunikasi, maka keputusan untuk menjadi “apa” di masa depan ada di tangan kita sendiri. Pada intinya, apapun impian kesuksesan kita, hanya bisa dicapai dengan menguasai Teknologi Informasi.









































