Temukan Nilai Politik Anda dengan #PancasilaInteractive

- Nilai Politik Adieska
Guys… Baru-baru ini telah diluncurkan Pancasila Interaktif, sebuah aplikasi online yang dipromosikan oleh seorang politisi muda Indonesia yang cukup aku kagumi, yaitu Budiman Sudjatmiko, yang merupakan kader dari Partai PDI Perjuangan.
Aku sendiri sering mendengar namanya ketika masih sekolah di STM Grafika Rawamangun dan tinggal di Jakarta sekitar medio 90-an saat-saat terakhir rezim Soeharto berkuasa dan saat Reformasi bergulir. Pada saat itu, Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dulu dibentuknya banyak melakukan aksi anti Soeharto dan membuat pemerintahan yang berkuasa cukup kewalahan menghadapi komunitas kecil radikal yang dipimpinnya itu.
Hanya sedikit memang yang kutau tentang beliau, namun itu sudah cukup membuat yakin dengan sosok yang satu ini, apalagi melihat track record-nya yang masih baik dan keberpihakannya terhadap rakyat kecil cukup jelas.
OK cukup cerita yang kutau tentang Bung Budiman, karena tulisan ini bukan tentang beliau, namun tentang aplikasi Pancasila Interaktif…
Lanjut… ;)
Oiya guys… Aplikasi Pancasila Interaktif ini dihost di situs spektika.com. Situs apakah itu? Well guys… Menurut about pagenya, Spektika atau Spektrum Informatika adalah wahana yang didedikasikan untuk mengolah dan mengekstrak informasi. Spektika didukung dan disponsori sepenuhnya oleh Bandung Fe Institute, sebuah lembaga penelitian kompleksitas sosial, yang telah banyak menghasilkan berbagai riset yang berkaitan dengan pengolahan dan ekstraksi informasi.
Aplikasi Pancasila Interaktif ini akan membantu kita-kita untuk menemukan posisi nilai politik kita secara cepat dan menarik. Peluncuran dari aplikasi ini pada bulan Juni 2011 didedikasikan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila ke-66. Selanjutnya Spektika juga akan mempersembahkan berbagai aplikasi pengolahan dan ekstraksi informasi lainnya.
Nah guys… Setelah mencoba aplikasi tersebut dan berdasarkan hasil yang disajikan, aku termasuk golongan yang memiliki nilai politik Progresif Etis Moderat yang penjelasannya adalah sebagai berikut: Read more
Nama-Nama Negara yang Diambil dari Nama Tokoh
Bolivia, diambil dari nama Simon Bolivar
Colombia diambil dari nama Christopher Columbus
Nicaragua diambil dari nama kepala suku Nicarao
Liechtenstein diambil dari nama Johann von Liechtenstein
Saudi Arabia diambil dari nama Raja Saud
Philippines diambil dari nama Raja Phillip
Amerika Serikat pun namanya diambil dari nama seseorang, yaitu nama penjelajah Amerigo Vespucci
Kalo nama negara Indonesia ada yang tau nggak berasal dari mana??? Terus terang sekarang aku lupa apa pernah dapet pelajaran tentang ini waktu SD dulu. Sampe sekarang aku masih terus mencari dan penasaran banget :)
Ebook Detik-Detik Yang Menentukan by B.J. Habibie
Kalau mau tau sejarah yang terjadi di Istana Negara ketika masa reformasi terjadi maka kamu harus membaca buku ini. Kalo aku ga salah di Gramedia harga buku cetaknya sekitar Rp. 150.000,- Wah… mahal banget yah :)
Komentar para tokoh tentang buku ini:
Mengingat bahwa buku ini ditulis berdasarkan catatan harian beliau dan komentar berbagai surat kabar nasional pada masa itu maka buku ini seolah-olah merupakan rekaman ulang sebuah realitas politik yang amat mencekam saat itu. Meskipun demikian sisi-sisi kelembutan, di tengah-tengah ketegasan sikapnya, seorang anak bangsa yang bernama B.J. Habibie sangat jelas tergambarkan pula di dalam buku ini. (Hermawan K. Dipojono)
Tokoh yang dengan reformasi berubah dari wakil presiden menjadi presiden dan kemudian meninggalkan kursi kepresidenannya dengan bibir yang tersenyum dan kepala yang tegak. Semua berlaku dengan konstitusional, damai, tanpa setetes darahpun yang tertumpahkan, dan kemudian membuka pintu lebar-lebar untuk para pemimpin penerusnya agar dapat mengisi momentum-momentum yang hadir dengan lebih sukses. (Hidayat Nur Wahid)
Banyak hal yang sangat menarik dari buku B.J. Habibie “Detik-Detik yang Menentukan”, banyak juga yang menarik dari kepribadian penulisnya, setelah membaca buku itu. Namun demikian tidak meleset jika disimpulkan bahwa: “Buku dan penulisnya menyatu dalam kata “Demokrasi”. Itulah uraian buku ini dan itu pula kunci kepribadian penulisnya yang taat beragama Islam itu. Dengan demikian terbukti bahwa tidak ada pertentangan sedikit pun antara penegakan demokrasi dan pelaksanaan ajaran Islam. (M. Quraish Shihab)
As those move further into the past, the scale and scope of Habibie’s achievement seems ever more astounding and surprising. How was it that an administrative technologist with weak political skills and almost no political support could change Indonesia so rapidly, decisively and fundamentally, and in ways that no one could have expected? (Robert.E. Elson)
Kesalahfahaman seolah-olah Presiden Habibie menciptakan “bom waktu disintegrasi” melalui kebijakan desentralisasinya adalah sesuatu yang berangkat dari argumen yang keliru dan tidak berdasar. (Ryaas Rasyid)
Whether one believes in the ‘Great Man’ or ‘Great Idea’ concept of leadership, Pak Habibie succeeded, within the shortest time possible, in mobilizing every resource that was available, to launch a ‘new Indonesia’. (Bilveer Singh)










































