Ebook Retire Young Retire Rich by Kiyosaki

April 25, 2008 · Posted in Ebooks · 7 Comments 

Guys… another good ebook for you. Retire Young Retire Rich (Cara Cepat Menjadi Kaya dan Tetap Kaya Selamanya) Karya om Robert T. Kiyosaki.

“Buku ini dipersembahkan kepada semua orang yang telah mendahului kita… orang-orang yang telah membuat seluruh kehidupan kita menjadi lebih baik dan lebih berkelimpahan saat ini.”

Pendahuluan: Mengapa Daud Melawan Goliat

Daud dan Goliat adalah salah satu cerita favorit ayah kaya. Saya rasa dia sendiri mungkin melihat dirinya sebagai Daud, orang yang memulai dari nol, namun naik untuk bersaing menghadapi raksasa-raksasa bisnis. Ayah kaya berkata, “Daud dapat mengalahkan Goliat karena Daud tahu cara menggunakan kekuatan daya ungkit. Seorang remaja dan umban sederhana jauh lebih hebat daripada raksasa yang ditakuti, Goliat. Itulah kekuatan daya ungkit.”

Buku-buku saya sebelum ini membicarakan kekuatan arus kas. Ayah kaya berkata, “Arus kas adalah kata terpenting dalam dunia uang. Kata terpenting kedua adalah daya ungkit.” Dia juga berkata, “Daya ungkitlah yang membuat sebagian orang menjadi kaya dan yang lain tidak menjadi kaya.” Ayah kaya melanjutkan untuk menjelaskan bahwa daya ungkit merupakan kekuatan dan kekutan itu dapat bekerja membantu anda atau melawan anda. Karena daya ungkit merupakan kekuatan, sebagian menggunakannya, sebagian menyalahgunakannya, dan yang lain takut terhadapnya. Dia berkata, “Penyebab tidak sampai 5% dari seluruh orang Amerika kaya adalah karena hanya 5% yang mengetahui cara memanfaatkan kekuatan daya ungkit. Banyak orang yang ingin menjadi kaya, gagal menjadi kaya karena mereka menyalahgunakan kekuatan itu. Dan sebagian besar orang tidak menjadi kaya karena mereka takut terhadap kekuatan daya ungkit.”

Read More… Download the ebook

Tahu Sama Tahu – Ernesto Che Guevara – Revolusioner No. 1

November 10, 2007 · Posted in Tokoh · 1 Comment 
Mungkin ini salah satu sosok paling dikenal di seantero jagat. Kalau tidak namanya, setidaknya mukanya. Kendati bisa jadi tak banyak yang betul-betul tahu siapa dia. Che Guevara. Gambarnya gampang sekali ditemukan di manapun juga. Bahkan sampai ke pelosok antah berantah.
Yang paling dikenal dunia tentu sosok yang mengenakan baret berhiaskan bintang dengan pandangan tajam jauh ke depan. Foto karya Alberto Diaz Gutierrez ini bahkan mencatat rekor dunia sebagai foto yang paling banyak dicetak ulang, dan paling banyak diolah ke dalam berbagai bentuk tampilan visual lain. Termasuk di kaos-kaos dan di poster-poster. Gambar lain yang juga sangat terkenal adalah muka brewok dengan senyum seulas dan cerutu di bibir atau dijepit jari tangan. Revolusioner nomor wahid itu menjadi legenda bahkan di budaya pop. Dunia yang sebetulnya tak ada hubungannya sama sekali dengan gerilyawan ini.
Felix Rodriguez, agen badan rahasia Amerika yang diterjunkan membantu tentara Bolivia memburu Che Guevara berceritera tentang penangkapan Che:
“Pada 7 Oktober 1967 itu, unit intelejen kami memperoleh informasi dari para petani mengenai terdengarnya suara dari sebuah kawasan yang sebetulnya tak berpenghuni. Lalu kami beritahukan kepada perwira Bolivia yang memimpin pasukan, yang lalu mengepung daerah itu dengan satuan berkekuatan 200 prajurit. Dan pagi buta tanggal 8 Oktober, satuan kami menyergap kaum gerilya itu.”
Tentara Bolivia dan CIA memang mendapat bantuan kaum petani. Karena para waktu itu Che Guevara belum berhasil menggalang kepercayaan petani yang hidupnya ia bela dan perjuangkan. Salah satunya karena Ceh Guevara adalah orang asing: orang Argentinya yang menggerakan revolusi Kuba. Ini memang sebuah ironi besar dalam riwayat Che Guevara.
Seorang pengikut Che Guevara menggambarkan situasi menjelang penyergapan:
“Saat itu gerilyawan yang tersisa tinggal cuma 22 orang saja. Dan ia melihat tentara terus bergerak mendekat dan menutup semua celah untuk meloloskan diri. Tapi Che bersikukuh untuk terus bergerak maju. Tanpa tahu dengan jelas mengarah ke mana, juga tanpa memberikan petunjuk jelas kepada gerilyawan lain. Tidak juga memerintahkan untuk berpencar. Ia terus melanjutkan perjalanan. Tahu apa sebabnya? Saya kira karena memang ia tak tahu mesti kemana lagi. Karena kami memang sudah terjepit.”
Dan begitulah, tentara Bolivia berhasil menyergap Che dan kawan-kawan. Kembali Felix Rodriguez, agen CIA yang berperan besar dalam perburuan Che Guevara:
Saat itu Che Guevara sudah menderita luka pada kaki kanannya. Dan ketika berhadapan dengan unit militer kami yang menyergapnya, ia berseru :”Jangan tembak. Saya Che Guevara. Saya lebih berharga bagi kalian dalam keadaan hidup ketimbang mati”.
Felix Rodriguez menggambarkan pula bagaimana berantakannya penampilan Che Guevara waktu itu, akibat perjalanan berat dan kelaparan dalam bergerilya.
“Waktu pertama kali saya melihatnya, ia dibalut pakaian compang-camping. Padahal gambaran saya tentang dia adalah tokoh yang mengunjungi Moskow, bertemu Mao Zedong di Cina. Sosok manusia arogan dengan pakaian gerilyanya. Dan sekarang dia lebih tampak sebagai seorang gembel.”
Kesan Felix Rodriguez tentu dipengaruhi kenyataan, bahwa ia adalah agen CIA yang memburu dan memandang Che Guevara sebagai musuh. Berbeda dengan cara pandang pengikut atau setidaknya pengagum Che Guevara. Seperti Julia Cortez, perempuan yang diperkirakan merupakan orang terakhir yang melihat Che dalam keadaan hidup saat itu –di luar para pemburunya.
“Ya. Dia mukanya berantakan,dan kesehatannya sangat buruk. Pakaiannya lusuh dan dia sangat kurus. Sakit hati saya melihat dia dalam keadaan begitu. Tapi tetap saja jelas bahwa dia adalah Che Guevara. Kharismanya tetap muncul dan matanya yang tetap tajam. Dia kan memang seorang yang ganteng dan penuh daya tarik..”
Ernesto Guevara de la Serna, demikianlah nama aslinya, lahir 14 Juni 1928 di Rosario, Argentina. Sebetulnya ia seorang dokter. Namun perjalanan keliling 5 negara Amerika Latin ketika ia baru lulus Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires mengubah segalanya. Dalam perjalanan yang dilakukan bersama sahabat karibnya, Alberto Granado dengan menggunakan sepeda motor La Poderosa pada tahun 1952, ia banyak berhadapan dengan sejumlah gejala yang mengguncangkan perasaannya. Yakni kemiskinan dan penderitaan rakyat tertindas.
Ia pun sampai pada kesimpulan, bahwa hanya ada satu jalan untuk membebaskan rakyat miskin dan mengangkat martabat mereka. Yakni perjuangan bersenjata. Jalan revolusioner.
Bukan kebetulan, ia bertemu Fidel Castro di Meksiko. Che Guevara kemudian bergabung dalam gerilya untuk menjatuhkan diktator dukungan Amerika, Flugencio Batista. Revolusi mereka mencatat sukses. Batista terguling tahun 1959. Castrio jadi penguasa Kuba, dan Guevara, kendati orang Argentina, diangkat sebagai kepala Bank Sentral, lalu Menteri Perindustrian.
Tak lama, Che Guevara lenyap. Pada tahun 1965 Castro mengumumkan bahwa Guevara telah mengundurkan diri dan meninggalkan Kuba. Desas-desus menyebut,peristiwa itu disebabkan munculnya ketidak-cocokan antara kedua tokoh revolusioner ini. Guevara kemudian masuk Bolivia bersama 15 pengikutnya, untuk menciptakan revolusi merah di seantero Amerika Selatan.
Seorang pelayan Restoran Elis di daerah Perado, pusat kota La Paz, tak pernah melupakan hari-hari 40 tahunan lalu. Saat itu Max baru berumur 12 tahun, yatim piatu, dan ditugaskan menjadi kasir. Dan Che Guevara bersama beberapa puluh pengikutnya sering datang ke restorannya, dengan menyamar, dan menjadai pelanggan tetap. Seperti terlihat dari kliping-klipin koran yang ditempel di tembok-tembok restoran itu, Max mendapat julukan sebagai El Amigo de Che, alias Karib Che. Che Guevara lah yang mengajarkan baca tulis pada Max. Kata Max:
“Che Guevara cita-cita dan ideologinya jelas. Dia ingin mengangkat derajat orang-orang miskin dan kaum tak mampu, agar bisa hidup tenang. Tapi sayangnya kita orang-orang Bolivia tak begitu menghiraukan cita-cita dia yang begitu indah itu. Tak heran kalau sampai sekarang hidup kita miskin begini. Pemerintah tak berbuat apa-apa, bahkan terus menerus membohongi kita, dan dengan berbagai cara mengekspolitasi kita. Seandainya saja Che Guevara masih hidup, saya yakin perubahan di Bolivia sudah menjadi kenyataan.”
Harapan Max meleset jauh dari kenyataan. Karena pada waktu itu, Che tidak mendapat dukungan di Bolivia. Bahkan tidak dari Partai Komunis Bolivia. Malah banayak elemen revolusioner yang mengkhianatinya. Akhirnya, Che Guevara bersama para gerilyawannya yang sangat terbatas jumlahnya seakan terperangkap di hutan-hutan Bolivia, dalam kelaparan dan persenjataan minim. Dan tertangkap pada 8 Oktober 1967 itu. Lalu dibawa ke kota kecil La Higuera, dan ditahan di sebuah rumah binatu, hingga dibunuh keesokan harinya.
Felix Rodriguez sang agen CIA yang membantu perburuan Che Guevara mengungkapkan, perintah membunuh Che Guevara dartang dari panglima militer Bolivia. Felix Rodriguez mendapat pesan radio dengan kode 500-600, yang berarti Che Guevara mati. Lalu menyampaikannya pada perwira Bolivia di lapangan. Seterusnya, kata Felix Rodriguez:
“Lalu saya masuk ke ruangan tempat Che ditahan. Lantas saya bilang, komandan Guevara, saya minta maaf. Saya sudah berusaha sebisanya. Namun ini perintah dari komando tertinggi Bolivia. Mukanya berubah jadi pucat bagiakan kertas. Dan para pengikutnya tampak depresi. Namun dia sepenuhnya mengerti. Lalu dia bilang, “Memang lebih baik begitu. Seharusnya saya tidak pernah tertangkap hidup-hidup”.
Sekitar sejam kemudian, Che Guevara ditembak.
Mayat Che Guevara dibaringkan di meja kerja rumah binatu itu. Kepalanya disangga sebatang kayu. Para perwira militer Bolivia berdiri di sekitarnya. Dan dilakukan pemotretan. Foto itu disebarkan ke seluruh dunia untuk membuktikan bahwa Che Guevara benar-benar sudah mati. Karena sebelumnya deasas-desus kematian Che berulang kali muncul, dan selalu terbukti salah. Kali ini bahkan tentara Bolivia memotong tangan Che Guevara, agar sidik jarinya selalu bisa digunakan untuk membuktikan kematian Che, jika Kuba atau kaum revolusioner membantah.
Kini, rumah binatu itu jadi salah satu lokasi kunjungan wisatawan yang napak tilas perjalanan hidup terakhir Che Guevara. Diungkap Manolo, seorang pemandu wisata:
“Kebanyakan turis datang ke sini utnuk melihat binatu yang ada di foto Che, waktu Che dibaringkan di binatu itu. Kepalanya menghadap sini. Orang-orang jalan mengelilinginya. Dan mereka bikin-bikin grafiti untuk menuliskan bahwa mereka pernah datang. Dan itu tak akan pernah dihilangkan. “
Beberapa saat setelah pemotretan dan pemotongan tangannya, sebuah helikopter membawa jenazah Che ke Vallegrande, 80 kilometer dari La Higuera. Di sana Che dikubur bersama banyak mayat lain di sebuah pekuburan masal. Sesudah itu keberadaan jenazahnya tidak pernah diungkap. Sampai tahun 1997. Sesudah Jon Lee Anderson, yang menulis biografi Che, memperoleh informasi mengenai hal itu. Tulang belulang Che Guevara kemudian diidentifikasi, lalu dipindahkan ke Kuba.
Selama 30 tahun pemerintah Bolivia menyembunyikan keberadaan jenazah Che, untuk mencegah dimitoskannya tokoh itu. Namun mereka gagal. Tanpa kuburanpun Che menjadi salah satu legenda paling populer dalam sejarah umat manusia. Dengan segala pro-kontranya.

Aneka Kado Terindah

November 7, 2007 · Posted in Selingan · Comment 
Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, beberapa kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi. Apa sajakah kado-kado istimewa tersebut ?

1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanyaa dalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGARKAN

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendeng arkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kepedulian.

3 . KERENDAHAN HATI

Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terimakasih pun akan terdengar manis baginya.

4. DIAM

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “Ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

5. KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu pewujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan Penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

6. KEINDAHAN

Siapa yg tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas & bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

7. TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yg kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan trima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian dan juga permintaan ma’af, adalah kado cinta yg sering terlupakan.

8. KESEDIAAN MENGALAH

Tidak smua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati & mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

9. SENYUMAN (*_*)

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Selamat membagikan Aneka Kado Terindah ini..