Kisah Pengusaha Sukses Lobster Air Tawar

February 7, 2009 · Posted in Promosi · 32 Comments 

Guys… Tumben nih, akhir-akhir ini kog kayaknya semangatku untuk menulis timbul lagi. Padahal kesibukan semakin menumpuk untuk memanage blog2 kepunyaanku lainnya. Kebetulan aku baru saja membeli 7 domain baru untuk memperluas network dan menghasilkan dolar dari internet yang semakin hari jika semakin diselami, ternyata semakin asik dan peluang serta kesempatan ternyata sangat banyak dan luaaasss :D

Oiya… Ngomong-ngomong tentang makin money atau menghasilkan dolar, kali ini aku tidak akan menulis making money from usaha online dari internet, tapi dari usaha offline. Ya… Sudah selayaknya kita sebagai orang-orang yang bergelut dalam usaha menghasilkan dolar dari internet juga memikirkan usaha offline yang bisa kita rintis untuk semakin mengembangkan jiwa dan kemampuan enterpreneurship kita.

Nah… Kebetulan sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu (lupa waktu pastinya kapan), aku secara tidak sengaja berkunjung atau bahasa kerennya nyasar ke blognya om Desmanto. Beliau merupakan salah seorang pengusaha sukses dalam usaha budidaya Lobster Air Tawar atau biasa disingkat dengan sebutan LAT dan dalam bahasa inggris biasa disebut dengan crayfish.

Read more

Satu Diantara 100: Mulai NgeBlog

September 7, 2008 · Posted in My Life · 3 Comments 

Guys… Sejak kapan kamu mulai ngeblog? Kalo ada orang yang mempertanyakan ini kepadaku, maka kalau diingat-ingat awal aku ngeblog adalah tahun 2004 menggunakan blogspot dengan subdomain rimbaraya. Kala itu aku hanya fokus mempublikasikan tulisan-tulisan yang bertemakan lingkungan dan kehutanan, sesuai dengan bidang studi yang kupelajari di kampus.

Selain memposting tulisan-tulisan yang bertemakan lingkungan, aku juga menggunakan blog tersebut sebagai media untuk mempublikasikan jurnal-jurnal praktikum bidang kehutanan dan artikel-artikel inspiratif yang harus jujur kuakui, sebagian besar merupakan tulisan yang kuketik ulang dari publikasi cetak dan ada juga yang copas dari internet tanpa menyebutkan sumbernya. Yah… Waktu itu memang masih sebatas itu penghargaanku terhadap tulisan orang lain :D

Rimbaraya juga kupakai untuk mempublikasikan pengalaman dalam kegiatanku sehari-hari yang kala itu ikut aktif di beberapa organ intra dan ekstra kampus. Seingatku aku sempat aktif di Himpunan Mahasiswa Sylva (HIMAS) Kehutanan USU, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Fakultas Pertanian USU dan GMKI Cabang Medan, juga sempat aktif di Sylva Indonesia (Ikatan Mahasiswa Kehutanan Indonesia).

Selain mempublikasikan kegiatanku yang berbau organisasi, blog tersebut juga kupakai untuk mempublikasikan pengalamanku yang pernah menjadi volunteer di suatu LSM yang concern terhadap pelestarian Orangutan Sumatera dan Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Pelajar dan Masyarakat yang hidup di sekitar kawasan habitat Orangutan Sumatera berada. Aku sempat juga ikutan membantu Tunas Cendekia (SolidaritasKEBERSAMAAN) dan mempublikasikan kegiatanku menjual gelang SolidaritasKEBERSAMAAN menggunakan blog tersebut. Sampai sekarang aku masih ingat bahwa ada hutang yang belum kulunasi kepada Mas Yudhis (Founder SolidaritasKEBERSAMAAN) dan pada kesempatan ini, aku mau minta maaf karena belum bisa juga melunasi hutang tersebut. Mudah2an hasil online earnings segera cair supaya aku bisa melunasi hutang tersebut :) Duh… Kog malah jadi curhat ya??? :p

Setelah terjadinya Musibah Tsunami di Aceh, dimana aku sempat dua kali menjadi relawan di kota Banda Aceh, aku mulai mengurangi intensitasku ngeblog hingga akhirnya vakum total untuk ngeblog. Pengalaman selama di Aceh kayaknya sempat juga kuposting di blog tersebut. Sebenarnya aku tidak hanya vakum ngeblog, tapi juga vakum ngenet selama lebih dari satu tahun karena sempat membentuk sebuah Tim Riset Partisipatif dari GMKI Medan dan sering melakukan kunjungan ke sebuah Desa di Sibolangit yang berjarak tidak terlalu jauh dari Kota Medan namun belum menikmati yang namanya aliran listrik. Karena intensnya kunjungan ke desa tersebut, akhirnya aku lupa account blog rimbaraya dan emailku expired karena tidak pernah login selama beberapa waktu.

Aku nggak tau pasti dan nggak ingat lagi bagaimana ceritanya sehingga aku bisa terinspirasi untuk ngeblog pada waktu itu dan siapa yang memberikan inspirasi tersebut. Namun yang jelas dengan ngeblog aku telah memiliki sebuah dunia baru yang sangat menyenangkan. Dunia dimana aku bisa menyalurkan bakat alam yang memang dimiliki oleh semua manusia untuk menulis.

To be continue… :D

Sapaan Hangat dari Bentang Pustaka Perihal Ebook om Andrea Hirata

May 16, 2008 · Posted in Ebooks, Educational, Hot News · 44 Comments 

Guys… Barusan aku cek email dan dapat sapaan hangat dari Penerbit Bentang. Isi sapaannya adalah:

Dear http://adieska.net,
I am
PT Bentang Pustaka
Address: Jl. Pandega Padma No. 19
City: Yogyakarta
Country: Indonesia
Post Code: 55284
Phone: 62-274-517373
Fax: 62-274-541441
E-mail: [email protected]

for (a) Laskar Pelangi, author Andrea Hirata, ISBN 978-979-3062-79-2, first published by Bentang Pustaka September 2005 (b) Sang Pemimpi, author Andrea Hirata, ISBN 978-979-3062-92-1, first published by Bentang Pustaka July 2006 (c) Edensor, author Andrea Hirata, ISBN 978-979-1227-02-5, first published by Bentang Pustaka May 2007.
These exclusive rights are being violated by material available upon your site.
I have a good faith belief that the use of this material is not authorized by me as the copyright holder.
Thank you for your understanding.
Regards,
Gangsar Sukrisno
CEO
————————–
PT BENTANG PUSTAKA
Jl. Pandega Padma No. 19
Yogyakarta 55284
Indonesia
Phone 62-274-517373
Fax 62-274-541441
www.mizan.com
————————–

Apaan tuh artinya? Artinya mereka secara halus meminta aku untuk tidak menyebarluaskan ebook Laskar Pelangi, ebook Sang Pemimpi dan ebook Edensor. Sempat bengong juga sih, karena setau dan sepenerawanganku Ebook Kick Andy juga terbitan Bentang Pustaka. Kenapa nggak diikutsertakan juga ya?? Mungkin ga liat atau lupa kali ya…

Well guys, baru kali ini aku dapat email beginian dari Penerbitnya langsung. Sebelum-sebelumnya udah sering juga sih dapet email sejenis, tapi dari fansnya om Andrea Hirata yang sangat fanatik dan ga rela bukunya om Andrea Hirata dibajak. Biasanya mereka menggunakan sapaan-sapaan yang lebih hangat lagi. Sering ada terselip kata-kata… “eh mony*t, anj*ng, dan sejenis binatang berkaki empat lainnya” dalam sapaan tersebut. Lucunya kalo aku membalas email mereka dengan menyertakan alasan aku menyebarluaskan ebook tersebut, mereka ga ngebales lagi. Ga tau kenapa.

FYI, bukan aku yang membuat semua ebook yang tersedia di blog ini. Aku hanya jadi supplier alias distributor. I got it from somewhere else, yang jelas di forum-forum tenar, ebook2 tersebut banyak beredar.

——-

Sharing ebook di blog ini awalnya karena sering email-emailan dan bertukar informasi tentang berbagai hal dengan seseorang yang lagi studi di negeri sakura, hingga akhirnya tanpa sengaja kami membahas tentang Laskar Pelangi yang kala itu sedang booming. Dia sangat tertarik dan penasaran untuk membaca bukunya. Namun apa daya, kala itu dia hanya bisa penasaran aja karena ditempatnya saat ini belajar, toko buku Gramedia, Kharisma, Sembilan Wali ataupun Gunung Agung Indonesia tidak ditemukan… (ya iyalah…!!!)

Dengan niatan yang tulus untuk membantu teman yang sedang penasaran, akhirnya aku googling dan cari ebook Laskar Pelangi kesana-kemari hingga akhirnya aku menemukannya (Waktu itu ebooknya belum lengkap, kalo ga salah masih hanya sampe part 3) di sebuh forum. Sayangnya forum ini adalah forum triple x dewasa yang sekarang telah bermutasi menjadi forum yang nggak terlalu triple x dewasa lagi alias makin alim. Nah masalahnya setelah aku dapat ebook itu adalah… Nggak mungkin aku suruh dia masuk ke forum itu. Nggak mungkin bangetlah pokoknya. Dia itu She…

Akhirnya aku download dan niatnya diattach via email. Ambil paket ngenet malam karena tau kalo upload butuh waktu yang super duper lama. Pas mau ngirim, lamaaaaaaaaaaaa banget proses attachnya. Sampe-sampe sempat tertidur dan bermimpi… Huehehehe… Sempat gagal beberapa kali. Tapi dengan semangat perjuangan untuk membuat si She yang sempat kuimpi-impikan itu senang, akhirnya aku coba terus hingga akhirnya berhasil sebelum waktu paket ngenetnya abis. Amin… (waktu itu belum jaga warnet, so masih perhitungan kalo ngenet…)

Setelah itu nunggu-nunggu balasan dari si She, dalam benak setidaknya ingin baca kata-kata “thanks ya di… elo baek deh…” cuit…cuit… :) Setelah tunggu-tunggu, akhirnya email balasannya datang juga. Mau tau isinya apa??? “Di… Kog file attachmentnya setelah di download ga bisa dibuka si???”. Bah gewet… Pendek cerita, terpaksa upload ulang lagi deh… Sukses… No problemo… Ebooknya bisa didownload… Dapet thanks dari si She… :D

——-

Lanjut… Dapet email lagi dari teman yang juga lagi studi di negara kangguru. Dia bilang “Di… Kata si She loe punya ebook Laskar Pelangi ya???, attach ke email gue dong…” Wekz… Apanya lagi ini… Kubalas… “Minta ama si She aja lah He…”. Dibalasnya lagi “Si She lagi sibuk katanya… Banyak tugasnya… Si She bilang loe bakalan kasih… Mintalah Di…” Wah… terpaksa gue ngenet ambil paket malam lagi.

——-

Dari pengalaman itu, akhirnya aku memberanikan diri untuk menyebarluaskan ebook Laskar Pelangi (yang pertama kali kusebarkan) dan ebook Indonesia lainnya via blog ini. Kalo semua yang ngedownload ninggalin jejak di blog ini, pasti banyak juga yang sedang berdomisili di luar negeri. Mereka niat kog beli bukunya, tapi apa daya, emang nggak tersedia kan disono. Kalo dikirim dari sini, biaya kirimnya “ampun-ampun” bo… dan aku juga berkali-kali mengingatkan kalo mereka balik ke Indonesia supaya beli bukunya.

Selain mereka-mereka yang sedang belajar dan berdomisili di luar negeri, ada juga orang yang kurang mampu untuk beli buku dengan harga yang dibandrol oleh toko buku, namun membutuhkan ebooknya om Andrea Hirata yang sangat luar biasa dan bisa mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Bukankah harga buku di Indonesia ini masih selangit???

Terus satu lagi alasanku menyebarluaskan ebook di blog ini adalah sebagai usaha untuk menggalakkan penggunaan ebook. Kenapa??? Karena berdasarkan ilmu yang kupelajari di kampus, dibutuhkan log kayu (pohon) sebesar lebih kurang 1m kubik sebagai bahan baku untuk membuat sepuluh eksemplar buku seperti Laskar Pelangi yang tebalnya mencapai lebih dari 500 halaman. Ditengah-tengah kondisi negara yang terus menerus diterpa bencana alam ini, rasanya mengurangi penebangan hutan atau jika memungkinkan me-moratorium penebangan hutan adalah langkah yang paling logis untuk mempertahankan daya dukung alam. Salah satu caranya ya dengan mengurangi konsumsi kertas sehingga akan mengurangi jumlah kebutuhan kayu yang otomatis menekan jumlah penebangan hutan.

Kepada para penerbit dan penulis buku, seharusnya mulai saat ini sudah bisa memberikan alternatif penjualan produknya kepada para konsumen dengan menerbitkan ebook. Di luar negeri, ebook sudah merakyat dan awal idenya adalah untuk menekan biaya produksi dan distribusi, juga menekan konsumsi kertas dunia yang “besar pasak daripada tiang”. Di Indonesia transaksi ebook sebenarnya sudah dimulai, namun sayangnya ebook yang ditransaksikan kurang menarik dan tidak terlalu bermutu layaknya Tetralogi Laskar Pelangi.

Jika hal ini bisa dilakukan, harga buku-buku seperti laskar pelangi yang saat ini dipasaran (kalo tidak salah) mencapai 85ribu rupiah, jika dibuat dalam format ebook bisa ditekan menjadi hanya 10ribuan aja, dimana dengan harga tersebut justru penulis dan penerbit lebih diuntungkan secara materi. Terserah nantinya apakah ebook itu mau dibuat dalam kepingan CD atau dengan memberikan link download khusus kepada para konsumennya. Dengan cara ini, semua masyarakat akan mampu membeli, semua target pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri bisa dirangkul dan pasar akan semakin luas.

Tulisanku ini masih jauh dari sempurna mengingat belum semua aspek yang bisa dibahas tercakup dalam tulisan singkat ini. Mungkin “harapanku” ini belum bisa diterima dan pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Namun jika ditelusuri lebih lanjut dan dibuat suatu sistem yang baik, bukan tidak mungkin “misi” dari tulisan ini bisa kita wujudkan pada waktu yang akan datang.

Mohon komentarnya… Apakah aku harus membuang semua postingan ebook atau bagaimana baiknya???

Next Page »