Congratz Obama: The Audacity of Hope
Yups… Congratz to Obama, the next US President for 2008-2012. Akhirnya Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat untuk 4 tahun mendatang dan menggantikan George Bush yang menurut pandanganku pribadi gagal membuat Amerika menjadi negara yang lebih baik dan lebih bersahabat kepada negara-negara dunia ketiga. Semoga dengan terpilihnya Obama ini mampu memperbaiki citra Amerika sehingga permusuhan-permusuhan antara negara-negara lainnya dengan Amerika akan memudar dan perdamaian dunia serta keutuhan ciptaan akan semakin terpelihara.
Obama telah menyuarakan Change! atau perubahan. Perubahan yang dimaksudkannya bisa kita saksikan pada video-video kampanyenya yang banyak beredar di Youtube. Sebenarnya hal yang mendasari kata Change yang Obama pakai sebagai “jargon” kampanyenya bermula sejak tahun 2004 ketika ada konvensi Partai Demokrat untuk memilih Senator dan pada saat itu Obama sukses terpilih menjadi Senator dari partai Demokrat. Pidatonya yang sangat terkenal dan sangat inspiratif yang juga dibukukan adalah Audacity of Hope atau Menerjang Harapan merupakan intisari dari kata Change! yang Obama maksud.
Berikut ini adalah poin-poin penting yang Obama sampaikan dalam Audacity of Hope. Lihatlah betapa open-mindednya obama memandang permasalahan yang sedang dihadapi Amerika dan dunia. Thats why I like this guy :)
Read more
Are Your Family Alive or Survive? I Miss U Father…
Guys… Asli bengong dan merenung ketika sekilas dan sepintas lalu membaca “quote” pada sebuah blog berbahasa inggris “Are You Alive or Survive?”. Damn right… Ternyata saat ini aku dan keluargaku belum betul-betul hidup. Kami masih belum bisa menikmati “alive” yang sesungguhnya. Kami masih pada taraf survive alias bertahan hidup…
Menurutku arti kata alive adalah bisa menikmati hidup. Bahasa sederhananya yang dapat dipahami mungkin Serba berkecukupan. Sedangkan aku dan keluargaku saat ini masih belum beranjak dari kondisi survive alias “gali lobang tutup lobang”. Seingatku dulu waktu jaman Diktator Alm. Soeharto sepertinya kami sempat mengalami yang namanya alive (Loh… Apa2an ini???).
Tapi emang kalo mau jujur, kesejahteraan keluargaku dan mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia lebih terjamin pada saat Orde Baru masih berkuasa. Ingat… Aku hanya membatasi pada kata kesejahteraan. Kala itu kami masih sempat menikmati yang namanya weekend bersama keluarga. Minimal sekali dalam sebulan setiap akhir pekan, kami pasti “jalan-jalan” ntah kemana. Ada canda, tawa dan kebahagiaan.
Kini atau tepatnya setelah reformasi bergulir sampai dengan saat ini, “harapkanlah” untuk bisa “jalan-jalan”. “Harapkanlah” untuk bisa sekedar tertawa lepas bersama-sama keluarga. Tiap awal bulan atau baru gajian, bukan tampang ceria yang kudapatkan pada wajah Bapak. Wajah tegar dan semakin keriput itu bawaannya lesu dan suntuk terus. Bahkan saat dia tertidur pun sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Ya… Sesuatu yang mungkin diidam-idamkannya. Aku hanya bisa menebak-nebak. “Sabar ya Pak… Aku berjanji bahwa pada masa tuamu, kau bisa betul-betul menikmati hidup dan tertawa ceria bersama Mama, kami anak-anakmu dan nantinya juga ada cucu-cucumu”. “Aku akan berjuang untuk kita… Aku ingin membawa kalian berlibur ke Disney Land atau Yerusalem… Hiks… :((“
Sejak empat tahun kebelakang atau tepatnya setelah aku memutuskan mencari kerja sambilan sekedar untuk tambahan “uang jajan” dan memutuskan untuk aktiv di beberapa organ mahasiswa, aku memang jarang pulang kampung dan bersua dengan keluarga. Aku selalu ingat setiap pulang ke rumah, Bapak pasti banyak bercerita tentang filosofi dan nilai-nilai kehidupan, budaya dan agama. Kalau ini yang diceritakannya, aku selalu senang dan bangga memiliki seorang Bapak seperti dia.
Namun kadang-kadang dia juga cerita tentang pekerjaanya. Kalau sudah cerita ini, pasti yang diceritakan nggak jauh dari seputar “korupsi” dan “ketidakadilan” yang dilakukan atasan dan Kadisnya di Kantor. “Aku dan beberapa teman yang cape ngerjain proyek dari A-Z eh… cuma dapat segini… Trus si ini, si itu dan si JS, Kadis Perindag Kota terbesar kedua di Sumatera Utara itu tanpa ada rasa bersalah selalu tega “potong atas”, mengambil bagianku yang cuma secuil… Padahal dah jelas bahwa bagianku nggak seharusnya segini tapi segitu dan itu untuk kiriman bulanan kalian”.
Hiks… Kalo Bapak dah cerita begini, bawaannya pingin nonjok itu Kadis yang bisa dibilang kelakuannya seperti “binatang”. Ya… “Binatang” yang berotak tapi tak bermoral. “Binatang” yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mau tau keadaan bawahannya yang telah banyak membantunya selama ini. Seorang Bapak yang hanya tamatan SMA tapi memiliki skill yang luar biasa dan tidak ada duanya di tempatnya bekerja. Seorang Bapak yang bisa menginjak Negeri Sakura karena prestasinya. Seorang bapak yang telah mengabdikan dirinya kepada negara selama lebih dari setengah umurnya. Seorang Bapak yang gajinya tidak lebih dari 2 juta rupiah yang harus dibagi-baginya kepada seorang istri dan 5 orang anaknya namun ketika dia seharusnya bisa mendapatkan lebih, ternyata dia hanya bisa gigit jari dan harus terus bersabar karena atasannya mengambil haknya. Tidak adil…!!! Pemimpin kurang ajar…!!!
Kalau tidak salah tahun depan mungkin Bapak akan pensiun. Ya… Biarlah dia beristirahat dari pengabdiannya kepada negaranya yang masih kurang menghargai orang-orang berprestasi ini. Pantaslah kondisi negara ini semakin memprihatinkan… Biarlah keletihannya berlalu. Biarlah dia bersantai sejenak pada masa tuanya. Doakan aku dan anak-anakmu yang lain ya Pak… Mudah-mudahan bulan 7 atau paling lama bulan 10 ini aku sudah keluar dari kampus dengan bekal yang cukup sehingga mampu menghadapi dunia yang telah kau hadapi selama ini. Mudah-mudahan mulai tahun 2009 adalah awal dari kebahagiaanmu sampai dengan akhir masa hidupmu.
Mudah-mudahan juga masyarakat Idonesia tidak salah pilih pemimpin lagi. Ingat… Jangan pernah berpikir untuk memilih yang sekarang berkuasa lagi. Mereka sudah gagal. Kalo gagalnya cuma sedikit sih tak apalah… Tapi ini GAGAL TOTAL!!!. Lihat saja semua pejabat birokrasi di negeri ini mulai dari daerah sampai dengan ke pusat. Hanya secuil yang bisa menjabat karena prestasi. Sebagian besar dari mereka menjabat karena “uang” atau “hubungan keluarga”. Yang berprestasi justru lebih sering disingkirkan karena biasanya orang bersih dan tidak mau “kompromi” atau “main mata” dengan ketidakadilan. Semoga ini berakhir!!!
Tahu Sama Tahu – Info Hari AIDS Sedunia
Jelang Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2007 yang akan datang, aku mau sharing informasi buat semua pembaca yang sempat nyambangin blog ini. Mudah-mudahan informasi ini berguna.
PGI Wilayah Sumatera Utara bekerjasama dengan United Evangelical Mission dan Alive Solidarity GMKI Medan mo ngadain kegiatan yang bertajuk “Stop Aids, Keep The Promise” sesuai dengan Thema Internasional Hari Aids sedunia tahun 2007. Kalo di Indonesia sendiri Sub Themanya dispesifikkan menjadi “Keteladanan dan Kasih Sayang”. Acara yang bakalan digelar antara lain:
· Lomba Mewarnai untuk anak usia 5 – 7 Tahun
· Lomba Menggambar untuk anak usia 8 – 12 Tahun
· Lomba Cipta Lagu untuk anak jalanan dan
· Lomba Vokal Group untuk Remaja dan Pemuda
Hadiahnya cukup besar loh. Untuk Lomba Mewarnai aja Total hadiahnya 1 juta. Menggambar juga 1 juta, Cipta lagu anak jalanan 1,5 juta dan Lomba Vokal Group 1,5 juta. Kebetulan aku terlibat sebagai panitia di bidang Publikasi dan Dokumentasi. Makanya aku tau tentang event ini. Padahal brosurnya baru tadi siap kukerjain dan belum selesai disebarin. Hehehehe :) Oiya… Semua kegiatan lomba di atas diselenggarakan Hari Senin, 17 Desember 2007. Walaupun sudah cukup terlambat kalau dilihat dari puncak kegiatan Hari AIDS yang jatuh tanggal 1 Desember, tapi itulah waktu yang paling tepat. Maklumlah… Donaturnya sedikit. So… panitia harus bekerja ekstra untuk nyari dana.
Selain kegiatan lomba seperti yang udah kuutarakan diatas, Tanggal 1 Desember 2007 Panitia bersama dengan beberapa kelompok mahasiswa juga akan turun ke jalan untuk menyampaikan pesan sosial terhadap permasalahan HIV/AIDS disekitar kita, terutama di Medan yang menurut data terakhir penderitanya semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Rencananya kita mau bagi-bagi brosur, bunga dan pita merah kepada para pengguna jalan. Trus tanggal 2 Desember 2007 Panitia akan turun ke gereja-gereja untuk menyematkan pita merah kepada semua jemaat. Kebetulan disini juga Liturgi yang dipakai pada kebaktian disetiap gereja yang berada dibawah naungan PGI Wilayah Sumut akan sama. Ada liturgi khusus yang sudah dipersiapkan panitia dan telah di acc oleh Pengurus PGI Wilayah Sumut.
Puncak kegiatan adalah Talk Show pada Tanggal 17 Desember 2007 yang bertajuk “Tanggung Jawab Kita Terhadap Epidemi HIV/AIDS di Indonesia”. Pembicara pada Talk Show ini rencananya dari unsur Pendeta, FKUB, KPAND SU, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan Dokter yang menangani ODHA. Setelah Talk Show akan diumumkan pemenang dari setiap lomba dan ditutup dengan kebaktian. Mudah-mudahan acaranya berlangsung lancar dan diberkati oleh Dia Sang Kepala Gerakan :)
Buat teman-teman yang udah tau informasi ini, diharapkan dukungannya lewat partisipasi atau menyebarluaskan informasi ini di lingkungan sekitar ya… Terimakasih sebelumnya, Gbus.









































